Senin, 05 Oktober 2015
Di era global,
perkembangan di berbagai bidang tidak dapat di pungkiri, semua berjalan dan
berinovasi secara cepat seiring dengan tingginya aktivitas manusia dalam melakukan
transformasi. Perkembangan teknologi dan informasi membuat masyarakat dunia
semankin mudah dalam melakukan interaksi lintas batas negara. Kemajuan yang
selalu berkembang membuat perkembangan intensitas interaksi negara semankin
intensif sehingga menciptakan pola baru bagi setiap aktor yang terlibat
dalam hubungan yang tidak dapat
dipisahkan yang disebabkan oleh beragamnya permintaan masyarakat yang membentuk
interaksi yang melandasakan kultur untuk mencapai ruang lingkup global sebagai
usaha untuk memenuhi kebutuhan.
Interaksi lintas batas
karena didorong oleh letak geografis
yang menstimulus interaksi antar masyarakat negara untuk memenuhi kebutuhannyas
berdasarkan kondisi isolitas dan ketertinggalan. Interaksi lintas batas merupakan
sebuah prioritas semu , retorika kebijakan menstimulus kekecawaan terhadap
hasil dari sebuah proses panjang pilihan yang mengalami dilematis di tengah
masyarakat yang hanya bungkam dihadapkan dengan kondisi klimaks terhadap
pembangunan yang tak membawa cita-cita sebuah dari mimpi demokrasi. Suara
ketertinggalan tidak membuat rencana yang selama tidak terimplementasikan sehingga
suara keputuasaan diteriakan oleh masyarakat lintas batas hanya sebuah dongeng
yang menjadi cerita turun temurun bagi generasi selanjutnya. Janji politis yang
diteriakan oleh demokrasi melunturkan kepercayaan kultural yang telah dibangun
berabad-abad lamanya sehingga hanya menjadi retorika pembangunan.
Kebungkaman demokrasi
perbatasan disebabkan oleh banyak entrik-entrik politik yang hanya mencipatakan
sebuah mimpi yang tak kunjung terwujud semenjak puluhan tahun. Geliat lokal
interaksi global yang dilakukan oleh masyarakat perbatasan merupakan
fundamental kebebasan yang tidak lagi berdasarkan pada kemampuan negara untuk
membangun sebuah kepercayaan kolektif bagi masyarakatnya.
Kawasan perbatasan
selalu bertranformasi untuk menyesuaikan perkembangan pembangunan dengan
pengaruh negara tetangga yang jauh lebih mapan. Kebebasan yang dibangun
merupakan landasan terkuat, sebagai langkah diplomatis dalam beriteraksi.
Landasan kultrual yang dibangun mencipatakan sebuah demokrasi nyata di kalangan
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dibalik janji manis dari para elit politik.
Perbatasan hanyalah kawasan isolasi dengan segala keterbatasan, demokrasi yang
tak bersuara hanya mampu berinteraksi untuk memenuhi tuntutan perkembangan era.
PROPERTIVACTION
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.



0 Comments:
Posting Komentar