Minggu pagi
tepatnya jarum jam menunjukkan pukul 07.30. berat rasanya untuk beranjak dari
tempat tidur, badan semua terasa pegal karena habis menggantarkan si bidadari
dari menstabilkan emosi alias jalan-jalan ke candi ijo dan grand canon
indonesia di klaten selain itu ditambah lagi dengan kuhabiskan waktu malamku
untuk sekedar memenuhi hobi menonton sepakbola sampai jam 2 dini hari. Aku
lawan rasa malas sekuat tenaga, kulihat handphone ada beberapa email masuk.
Setiap pagi aku selalu berharap akan ada kejutan dari tuhan dipagi ini. Setelah
kucek semua notifikasi di hp, kembali lagi duduk termurung. Cobaan tuhan masih
belum berhenti, hati ini terlalu cemas memikirkan masa depan yang selalu menggandung
pertanyaan. Aku bergumam dalam hati, munkin ini misteri kehidupan yang selalu
sulit untuk diungkap bisa diprediksi tapi kemunkinan benarnya hanya 0.01%.
sembari ditemani badan dan pikiran yang remuk kubangunkan tubuhku dari tempat
tidur lalu aku bergegas untuk kekamar mandi, kusapukan beberap air ke muka dan
rambut agar selalu tetap tampil menarik sekalipun habis bangun tidur. Setelah
aku merasa cukup sapuan air yang menyentuh kepala dan muka lalu kucuci gelas
yang kotor. Kebiasaan ku disetiap pagi adalah ngopi, kubuat secangkir kopi
untuk menemani pagiku, lagi-lagi kebiasaan kebank dipagi hari memaksa ku harus
transit lagi ke kamar kecil untuk sekedar mengatakan hadir. Setelah aku merasa
cukup akupun bergegas kekamar tidur. Ada yang terlewatkan dengan aktivitasku
yang memiliki kebiasaan membaca berita atau hanya sekilas mengupdate informasi
melalui smartphone ku dikamar kecil ketika di waktu penabungan. Aku sadar akan
berharganya waktu, dan tetap selalu memanfaatkan waktu segang itu hanya untuk
iseng mengasah otak agar selalu kuat dalam menganalisa dan menginggat.
Sekembali dari kamar kecil, laptop ku sudah siap untuk berpetualang mencari
lowongan kerjaan untuk dilamar hari ini. Begini caraku mengisi keseharianku
melamar pekerjaan, pengganguran, kata yang membuatku lesuh dalam harapan, sedih
dalam kebahagiaan, dan menghilangkan semangat. Curhatan pengganguran tidak akan
merubah nasib, hati dan harapanku berperang saling menjatuhkan untuk
memenangkan agar aku melakukan yang mereka mau. Ah sudahlah gumamku, biarkan
saja mereka berperang sampai darah titik penghabisan di pagi ini. Akhirnya
harapanpun memenangkan perkelahian yang cukup alot tersebut. Tanpa basa basi
lagi dilangsung mendorong tubuhku untuk bangkit kembali, merekomendasikan ku
untuk bergegas menjelajah dunia dengan laptop dan handphone. Kuturuti semua
kemaunnya, kubolak-balik semua browser layaknya sudah menjadi traveller nomor
satu didunia. Mulutku bergumam rutinitas setiap pagi yang hanya sekedar
membunuh waktu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1091693/original/040296500_1450771301-steps-e1433349922400.jpg)
Setelah merasa
lelah berseluncur didunia maya, ku berhentikan semua aktivitas tersebut. Ada
hal yang aku lupakan, tersentak mulutku menggerutu bahwa kopi ku sudah mulai
dingin. Tanpa basa-basi dan kompromi kuserudut kopi hitam lalu ku ambil
sebatang rokok untuk menenangkan suasana hati yang sedang gundah gulana mencari
pekerjaan yang di impikan. Dunia pengganguran yang kujalani memberi banyak
sekali pelajaran bagiku hingga membuatku kuat dalam menganalisa permasalahan
ekonomi dalam negeri maupun global. Aku mencoba untuk menenangkan diri
menganalisa kekusutan ekonomi di negeri ini, membuat orang banyak bernasib sama
sepertiku. Hal ini membuatku pesimis. Tapi aku tetap yakin bahwa tuhan memiliki
rencana yang indah untuk hari esok. Senyumku kembali mempesona dan membuat
pikiran dan harapan tenang. Life is all
about next steps”.
0 Comments:
Posting Komentar