PONTI HOUSE, BERKEMBANG ATAU STAGNAN di 2019?
Banyak hal yang harus di kaji lebih mendalam untuk perkembangan ponti house dari berbagai sisi.
Tulisan ini akan menganalisa permasalahan yang ada dalam internal dan eksternal Ponti House. Ponti House sebagai agen pemasaran properti bisa dibilang baru seumur jagung dan berkembang pesat setahun yang lalu. namun seiring berjalannya waktu Ponti House mengalami kemunduran sangat signifikan.
faktor Internal, yang mempengaruhi perkembangan Ponti House adalah sumber daya manusia / Human Development tidak ada mengalami upgrading dalam bidang pengetahuan sehingga cenderung mempertahankan gaya konvensional dalam pelaksanaannya. Mendekati stagnansi dalam perjalanannya, Sumber daya manusia di dalam organisasi Ponti House belum memiliki kecekatan dalam membaca berbagai kondisi global yang terjadi sehingga sampai saat ini, bisa disimpulkan bahwa Ponti House masih jauh dari kata sempurna dalam internal manajemennya, selain itu juga faktor egoisme tim yang sangat tinggi sehingga mempengaruhi jalur koordinasi dan komunikasi didalam tim. Struktur fungsional Ponti House masih belum mampu mempertanggungjawabkan garis kooordinasi dan komunikasi, sehingga banyak sekali masalah yang muncul dalam pelaksanaan program dan target Ponti House yang bisa dikatakan hampir 80% mengalami stagnansi.
wacana yang besar akan selalu muncul dalam mimpi ponti house tapi sampai saat ini hanya sebatas wacana yang tanpa arah aksional yang baik, Ponti House belum ideal dalam doing plan well sehingga wacana hanya menjadi penghias semangat tanpa arah dan tujuan pencapaian yang pasti. Penulis berharap semoga hal ini tidak berlarut-larut yang nantinya perlahan akan memunahkan eksistensi Ponti House dalam Pemasaran Properti di Kalimantan Barat.
Faktor Eksternal, produk kebijakan pemerintah yang saat ini menjadi kendala eksternal Ponti House. Faktor kekuasaan merupakan nadi Ponti House dalam bertahan saat ini, karena ponti house hanya fokus pada penjualan properti rumah subsidi. Partner bisnis yang dimiliki Ponti House saat ini sangat bergantung pada produk kebijakan pemerintah hingga sampai saat ini mereka menahan aset properti mereka dikarenakan belum diputuskannya kenaikan harga oleh pemerintah yang berimbas pada aktivitas pemasaran ponti house. selain itu faktor eksternal owner berpikir kalau rumah subsidi benefit yang dimiliki sangat kecil sehingga menjadi faktor utama dengan alasan menunggu harga rumah pemerintah. Dunia bisnis properti dari hari kehari selalu mengalami peningkatan signifikan maka penulis meyakini bahwa owner-owner yang menunggu harga kebijakan pemerintah akan kalah bersaing dan parahnya mereka akan mengalami stagnansi dalam berbisnis. hal ini perlu menjadi catatan bagi para owner bahwa bisnis tidak hanya mendapatkan hasil yang besar tapi fokus kepada cashflow balancing seharusnya menjadi ukuran.
dari dua akan masalah diatas bisa disimpulkan bahwa ponti house harus mampu melaksanakan wacana yang telah dibuat sehingga mampu menggembangkan diri dan selalu berinovasi dari berbagai lini agar nantinya kedepannya ponti house mampu mencapai cita-citanya, selain itu ponti house harus mampu menggupgrade sumber daya manusianya sehingga memiliki tim yang solid, berwawasan yang luas dan selalu produktif.
penyelesaian kedua adalah Ponti House dihadapkan dengan pilihan yang realistis diantaranya adalah bertahan dengan relasi lama dengan waktu kebijakan pemerintah tidak tahu sampai kapan akan diputuskan, atau memutus hubungan kerja dengan owner yang mulai plin plan dalam membuat kebijakan mereka, sehingga tidak menghambat perkembangan Ponti House dan ponti house mampu berdiri secara indpendent.



0 Comments:
Posting Komentar